A. Kategori yang berbeda
1. Pipa baja sambungan lurus: dibagi menjadi pipa baja las listrik metrik, pipa berdinding tipis las listrik, pipa oli pendingin transformator
2. Pipa baja tanpa sambungan: pipa tanpa sambungan dibagi menjadi pipa canai panas, pipa canai dingin, pipa tarik dingin, pipa ekstrusi, pipa jacking, dll. Menurut bentuk penampangnya, pipa baja tanpa sambungan dibagi menjadi dua jenis: bulat dan berbentuk khusus, dan pipa berbentuk khusus memiliki berbagai bentuk kompleks seperti persegi, oval, segitiga, heksagonal, berbentuk melon, berbentuk bintang, dan pipa bersirip.
B. Konsep yang berbeda
1. Pipa baja sambungan lurus: Pipa baja sambungan lurus adalah pipa baja yang sambungan lasnya sejajar dengan arah memanjang pipa baja tersebut.
2. Pipa baja tanpa sambungan: Pipa baja yang terbuat dari satu bagian logam tanpa sambungan di permukaannya disebut pipa baja tanpa sambungan.
C. Kegunaan yang berbeda
1. Pipa baja sambungan lurus: Pipa baja sambungan lurus terutama digunakan dalam teknik penyediaan air, industri petrokimia, industri kimia, industri tenaga listrik, irigasi pertanian, dan konstruksi perkotaan. Digunakan untuk pengangkutan cairan: penyediaan air dan drainase. Untuk pengangkutan gas: gas, uap, gas minyak cair. Untuk keperluan struktural: sebagai pipa pancang, sebagai jembatan; pipa untuk dermaga, jalan, struktur bangunan, dll.
2. Pipa baja tanpa sambungan: Pipa baja tanpa sambungan memiliki penampang berongga dan banyak digunakan sebagai saluran pipa untuk mengangkut cairan, seperti saluran pipa untuk mengangkut minyak, gas alam, gas, air, dan beberapa material padat. Dibandingkan dengan baja padat seperti baja bulat, pipa baja lebih ringan bobotnya ketika kekuatan lentur dan torsinya sama, dan merupakan jenis baja yang ekonomis.
Persyaratan kualitas untuk pipa baja tanpa sambungan
1. Komposisi kimia baja: Komposisi kimia baja merupakan faktor terpenting yang memengaruhi kinerja pipa baja tanpa sambungan, dan juga merupakan dasar utama untuk merumuskan parameter proses penggulungan dan perlakuan panas pipa baja.
(1) Unsur paduan: ditambahkan secara sengaja, sesuai dengan aplikasinya;
(2) Unsur residu: dibawa masuk oleh proses pembuatan baja, dikendalikan dengan benar;
(3) Unsur berbahaya: kontrol ketat (As, Sn, Sb, Bi, Pb), gas (N, H, O); pemurnian di luar tungku atau peleburan ulang elektroslag: meningkatkan keseragaman komposisi kimia dalam baja dan tingkat kemurnian baja, mengurangi inklusi non-logam dalam tabung kosong dan meningkatkan distribusinya.
2. Akurasi dimensi geometris dan bentuk pipa baja
(1) Akurasi diameter luar pipa baja: bergantung pada metode penentuan (pengurangan) diameter, pengoperasian peralatan, dan sistem pengolahan. Penyimpangan diameter luar yang diperbolehkan δ=(D-Di)/Di ×100% D: atau diameter luar minimum mm;
(2) Diameter luar nominal mm;
(3) Akurasi ketebalan dinding pipa baja: Hal ini berkaitan dengan kualitas pemanasan bahan baku pipa, parameter desain proses dan parameter penyesuaian setiap proses deformasi, kualitas alat dan kualitas pelumasannya, dll.; deviasi ketebalan dinding yang diperbolehkan: ρ=(S-Si)/Si× 100% S: penampang atau ketebalan dinding minimum; Si: ketebalan dinding nominal mm;
(4) Ovalitas pipa baja: menunjukkan tingkat ketidakbulatan pipa baja;
(5) Panjang pipa baja: panjang normal, panjang tetap (ganda) penggaris, toleransi panjang;
(6) Kelengkungan pipa baja: menunjukkan kelengkungan pipa baja: kelengkungan panjang pipa baja per meter, kelengkungan panjang keseluruhan pipa baja;
(7) Kemiringan pemotongan permukaan ujung pipa baja: menunjukkan derajat kemiringan antara permukaan ujung pipa baja dan penampang pipa baja;
(8) Sudut kemiringan dan ujung tumpul permukaan ujung pipa baja.
Waktu posting: 14 April 2023