Pipa las spiral dan pipa las lurus memiliki karakteristik teknis dan proses produksi yang berbeda. Keduanya memiliki banyak perbedaan dan kekhususan dalam produksi, memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, serta memiliki nilai guna yang berbeda. Perbandingan karakteristik teknis pipa las spiral dan pipa las lurus adalah sebagai berikut:
1. Pertama, perbedaan terletak pada proses pengelasan:
Dari segi proses pengelasan, metode pengelasan pipa las spiral dan pipa baja sambungan lurus adalah sama. Namun, pipa las sambungan lurus pasti akan memiliki banyak lasan berbentuk T, sehingga kemungkinan cacat pengelasan juga meningkat pesat. Pada pengelasan berbentuk T, tegangan sisa besar dan logam las sering berada dalam keadaan tegangan tiga dimensi, meningkatkan kemungkinan retak. Selain itu, menurut peraturan proses pengelasan busur terendam, setiap lasan harus memiliki titik awal busur dan titik pemadaman busur. Namun, setiap pipa las sambungan lurus tidak dapat memenuhi kondisi ini ketika mengelas sambungan melingkar, sehingga mungkin ada lebih banyak cacat pengelasan. Oleh karena itu, pipa las spiral yang diproduksi memiliki jaminan kualitas yang baik, memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak akan memiliki cacat seperti retak.
2. Karakteristik kekuatan pipa las spiral dan pipa las lurus:
Ketika sebuah pipa dikenai tekanan internal, biasanya akan menghasilkan dua tegangan utama pada dinding pipa, yaitu tegangan radial δY dan tegangan aksial δX. Tegangan resultan pada lasan adalah δ=δY(l/4sin2α+cos2α)1/2, di mana α adalah sudut heliks dari lasan pipa las spiral. Sudut heliks dari lasan pipa las spiral umumnya 50-75 derajat, sehingga tegangan gabungan pada lasan spiral adalah 60-85% dari tegangan utama pipa las lurus. Di bawah tekanan kerja yang sama, ketebalan dinding pipa las spiral dengan diameter yang sama dapat dikurangi dibandingkan dengan pipa las lurus.
3. Sifat metalurgi material pipa las spiral dan pipa las lurus:
Pipa las busur terendam longitudinal diproduksi dari pelat baja, sedangkan pipa las spiral diproduksi dari gulungan baja canai panas. Proses penggulungan di pabrik strip panas memiliki serangkaian keunggulan dan memiliki kemampuan proses metalurgi untuk menghasilkan baja pipa berkualitas tinggi. Misalnya, pemasangan sistem pendingin air pada tahap keluaran untuk mempercepat pendinginan memungkinkan penggunaan komposisi paduan rendah untuk mencapai tingkat kekuatan khusus dan ketangguhan suhu rendah, sehingga meningkatkan kemampuan las baja. Namun, sistem ini tidak tersedia di pabrik pembuatan pelat baja. Kandungan paduan (ekuivalen karbon) pelat gulungan seringkali lebih rendah daripada pelat baja dengan tingkatan serupa, yang juga meningkatkan kemampuan las pipa las spiral.
Yang perlu dijelaskan lebih lanjut adalah karena arah penggulungan pipa las spiral tidak tegak lurus terhadap sumbu pipa baja (penjepitannya bergantung pada sudut spiral pipa baja), sedangkan arah penggulungan pelat baja pipa baja sambungan lurus tegak lurus terhadap sumbu pipa baja, oleh karena itu, ketahanan retak material pipa las spiral lebih baik daripada pipa baja sambungan lurus. Makalah ini secara sistematis membandingkan pipa las spiral dan pipa las sambungan lurus dalam hal proses pengelasan, sifat metalurgi, dan karakteristik kekuatan. Fokusnya adalah menganalisis perbedaan dan perbedaan utama antara keduanya. Makalah ini juga memperkenalkan secara detail proses dan metode pengelasan masing-masing fitting pipa serta kekuatan, fungsi, dan proses metalurgi.
Waktu posting: 05-Jan-2024